Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mengacu pada konversi energi dari air yang mengalir menjadi listrik. Ini dianggap sebagai sumber energi terbarukan karena siklus air terus diperbarui oleh matahari.

Saat ini, pembangkit listrik tenaga air modern menghasilkan listrik dengan menggunakan turbin dan generator, di mana energi mekanik terjadi ketika menggerakkan rotor air untuk memutar turbin.

Fasilitas pembangkit listrik tenaga air dapat dikategorikan dalam tiga ukuran: besar (> 30 MW), kecil (100 kW – 30 MW), atau mikro (<100 kW).

Ada tiga jenis utama pembangkit listrik tenaga air:

  • Fasilitas penampungan adalah teknologi paling umum yang menggunakan bendungan untuk membuat reservoir/penampungan air yang besar. Listrik dibuat ketika air melewati turbin di bendungan.
  • Fasilitas penyimpanan dengan pompa dimanai memiliki reservoir kedua di bawah bendungan. Air dapat dipompa dari reservoir bawah ke reservoir atas, menyimpan energi untuk digunakan di lain waktu.
  • Fasilitas run-of-river lebih mengandalkan kecepatan aliran air alami, hanya mengalihkan sebagian air sungai melalui turbin, kadang-kadang tanpa menggunakan bendungan atau waduk. Karena hidro run-of-river mengacu pada variabilitas air alami, ini lebih terputus-putus dibandingkan dengan bendungan.